Fate (Takdir)


Gue masih gak ngerti dengan yang namanya takdir. Konsep takdir itu gak bisa gue cerna, udah beberapa kali gue mencoba untuk memikirkan apa yang orang sebut dengan Fate, Takdir, yang katanya sudah ditentukan dari sananya, oleh Tuhan yang Maha Kuasa, yang setiap orang sudah ditentukan jalannya sejak dia diciptakan, sejak dia di-hidupkan ke dunia sebagai mahluk apapun. Takdir.

Di satu sisi, takdir itu sudah ditentukan oleh Tuhan. Tapi kalau semua sudah ditentukan oleh Tuhan, balik lagi ke pertanyaan mendasar di kehidupan ini, kenapa harus ada orang jahat dan orang baik? Kenapa harus ada kejahatan? Kalo misalnya seseorang sudah ditakdirkan menjadi seorang pembunuh misalnya, karena memang itu takdirnya, maka setelah dia membunuh, dia berbuat jahat. Karena berbuat jahat, dia mati masuk neraka. Adil? Kalo begitu konsep takdir, gue sangat-sangat kasihan sama orang yang ditakdirkan masuk neraka semenjak dia diciptakan. Poor soul.

Satu sisi lagi, konon kitalah yang menentukan takdir kita sendiri, kitalah yang mengusahakan nasib kita sendiri. Gue malah makin bingung, kalo gitu, gak ada takdir donk, semua mungkin, everything is possible. Biarpun ini lebih absurd, tapi gue lebih suka konsep yang ini. Berarti gue bisa melakukan apa aja dengan tau segala konsekuensinya. I am the master of my life, I am the master of my fate. Lalu kalo begitu, bukankah Tuhan jadi gak mengatur semuanya? Berarti Dia jadi bukan maha segalanya donk? Arrgghh… puny brain, emang gak nyampe kali ya mikirin ginian? Semuanya salah nih jadinya…

Takdir. Kalo ngomongin takdir, belakangan ini ada satu pertanyaan yang selalu muncul di benak gue. Pertanyaan itu adalah: why me? Why “why me?” me? (uwogh, the inception of why me). Jadi gue sebenernya belakangan sering merasa berbeban berat. Beberapa kali berasa gak mampu, berasa kok gue yang harus menanggung semua beban pikiran ini. Kalo ini takdir, kok Tuhan ngasih takdir ini ke gue, ngasih skenario ini ke gue ya? Konsultasi gue ke beberapa orang mendapat jawaban: “Ambil positivenya aja”, “ini melatih diri kita menjadi lebih kuat”, “kalo diberi beban besar berarti kita dipercaya untuk menanggungnya”. Sungguh, tidak satupun dari kalimat-kalimat di atas itu bisa meringankan beban gue saat itu. Yang bisa mengangkat semangat gue lagi adalah kalimat ini: “Tuhan gak bakal ngasih tanggung jawab yang gak bisa kita tanggung”. That’s it.

Kalo begitu, berarti gue sekarang membelot. Gue sekarang mengadopsi konsep takdir yang pertama, yang sudah Tuhan sediakan buat gue sejak gue diciptakan. Berarti, semua tantangan dan semua tanggung jawab yang gue rasa berat ini, sesungguhnya, karena itu ditakdirkan buat gue, berarti bisa gue tanggung. Lalu urusan orang yang ditakdirkan masuk neraka? Gue kembali menyalahkan otak gue, puny brain, maksud Tuhan mungkin lebih dari itu, gue aja yang bego gak tau bahkan mendekati maksud-Nya pun tidak.

Anyway, kalo dari antara anda kalian ada yang berbeban berat, ada yang lagi stress, capek, dan merasa: “why me?” juga sama seperti yang gue rasakan, coba pikir lagi deh, kita hidup aja cuma bentar, paling 70 tahun, lewat dari situ bonus. Apa sih yang mau kita cari di hidup kita? Kalo yang menciptakan kita aja udah menentukan jalan kita seperti apa di dunia ini, kenapa kita capek-capek komplain? Kenapa kita capek-capek mengeluh? Tinggal jalanin aja sebaik mungkin, let God do the rest. Yup ngomong sih gampang, gue sendiri pasti nanti menyangkal omongan gue ini, makanya gue tulis di sini supaya kalo gue berasa down lagi, gue bisa liat tulisan gue, dan gue bisa menentukan lagi apakah konsep yang gue pilih di sini itu benar ato gak. Namanya juga manusia, bisa salah dan pasti salah. To be old and smart you have to be young and stupid first. Hidup ini proses pembelajaran. Gak ada noda, ya gak belajar.

Hmmm… at the end, gue juga masih belum ngerti konsep takdir yang pas, konsep takdir yang bener, apakah ada takdir atau enggak, whatever. Sejauh gue mampu menghadapi hidup gue yang sebentar ini dengan positive, dengan harapan, dengan kebahagiaan dan cinta, gue rasa yang nyiptain gue jelas-jelas mencintai gue. What can you expect except for being loved for your entire life?

Postingan takdir ini sekaligus mengakhiri masa hiatus gak jelas gue. Welcome back to my thoughts.

Regards,
Xander™

Advertisements

2 thoughts on “Fate (Takdir)

  1. welcome back! hahaha.. yg namanya takdir emang bagi g juga ga jelas sih! kadang g pecaya kadang ga hahaha 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s