Amazing July With Vox Angelorum Part 2


This is the second part of my amazing July with Vox Angelorum. Jadi lomba yang rencananya bakal kita ikutin adalah Grand Prix Pattaya 2011. Dari namanya pun jelas lombanya ada di Pattaya, Thailand. Negeri yang sama sekali belum pernah gue injak, wong satu-satunya yang pernah gue injak adalah tanah airku Indonesia kok… paspor aja masih kosong 😛 Naaah, dari rencana untuk ikut lomba dari tahun lalu, di awal tahun baru kita mulai berlatih lagu-lagu yang tingkat kesulitannya katanya untuk lomba, gue gak tau sih bedanya di mana, menurut gue semua lagu baru itu sulit! Hahahaha… tapi untuk lagu-lagu ini memang lebih njelimet lagi, gak kebayang deh gimana nyanyinya. Dari lagu-lagu yang sedikit demi sedikit dilatih dan ditambah, maka kita nentuin target bulan apa kita harus udah siap, dan juga ada rencana buat pre-competition concert.

Itu dari segi teknis, kalo segi non-teknis, udah dibagi kelompok-kelompok buat cari dana, dengan rencana masing-masing, jualan ini-itu, event ini-itu, yang pada kenyataannya hampir gak ada yang berjalan! Luar biasa! Hahahaha… Setelah Paskah lewat, yang jadi salah satu event besar yang harus kita siapkan juga, kita udah bener-bener berkonsentrasi sama persiapan untuk ikutan lomba, meskipun gak sedikit rasa pesimisme menyeruak di tengah-tengah persiapan ini. Konon katanya yang senior-senior banyak yang gak ikut, dan panitia yang disiapkan buat event ini pun mayoritas ‘junior’, dan juga gue mendengar ada nada-nada pesimis bahkan dari dalam team kita sendiri…

Oh ya, selama persiapan menuju lomba ini, selama latihan ada satu metode unik yang diterapkan supaya kita latihannya tambah semangat. Metode ini disebut metode panda biru atau beruang biru. Gue sampe sekarang masih bingung itu mahluk apa, panda atau beruang atau bahkan kucing, gak ada yang jelas. Fotonya seperti ini:

Jadi, setiap kali latihan, suara yang paling menghambat latihan saat itu bakal harus ‘nyumbang’ gopek rupiah ke dalam celengan ini, dan harus coin, baik yang datang latihan maupun yang gak, tapi gak tau deh apa semua nyumbang atau enggak-nya, yang pasti si celengan biru ini bikin latihan kita berwarna, biarpun memang cuma gopek tapi bisa bikin lebih semangat lagi daripada biasanya. Kalo menurut kalkulasi gue sih, sampe akhir yang paling sering itu Alto… Hmmm…

Karena gue tergabungnya di suara tenor, maka setelah suara lain pun menentukan ada latihan tambahan masing-masing per suara supaya nyanyinya lebih bagus dan kompak lagi, maka tenor pun ceritanya gak mau ketinggalan. Untungnya ada satu senior di tenor yang mau dan bersedia membimbing kita, melatih kita, sekaligus nyediain rumahnya sebagai tempat latihan, jadi biarpun yang dateng gak pernah full team, tapi setidaknya ada beberapa yang secara rutin latihan, dan setidaknya ada kesempatan buat mencoba nyanyi dengan bener, biarpun pada kenyataannya pas latihan gabungan selalu paling lemah, dan itu sempat jadi saat-saat paling mengikis kepercayaan diri, mungkin khususnya buat gue sendiri…

Ada moment-moment tertentu yang sekarang udah jadi kenangan, yakni makan terlebih dulu ataupun makan setelah latian di Kedoya Food Park yang kebetulan deket banget sama rumahnya bapak pelatih tenor kita itu. Pernah waktu itu makan bertiga, ngobrol sampe malem, diakhiri dengan perut gue yang mules-mules, karena waktu itu pesen ketoprak dua, yang punya temen gue pedes, punya gue gak pedes, namun seperti yang bisa diduga: ketuker. Juga pernah ada kejadian telat kasi tau temen-temen bahwa latihan hari itu dibatalin dan diganti besoknya, padahal gue dan beberapa orang lain udah keburu dateng, akhirnya nongkrong dan makan lagi di Kedoya Food Park. Kenapa jadi kenangan? Karena Kedoya Food Park sekarang sudah tidak ada lagi… udah digusur sodara-sodara…

Rencana berangkat untuk lomba itu tanggal 20 Juli. Dari awal sebenernya udah deg-deg-an, soalnya di bulan Juli itu di kantor gue ada event besar yaitu acara Grand Opening dari kantor gue sendiri yang secara resmi meluncurkan site e-commerce-nya. Tanggalnya belum pasti waktu gue minta ijin untuk pergi ke Thailand, jadi memang bikin agak ketar-ketir juga sih, dan ternyata, setelah tanggal Grand Openingnya resmi muncul, gue emang masih ada di Bangkok… ahahahaha… tapi yang penting kerjaan gue buat event itu udah gue kelarin terlebih dahulu sebelum berangkat, sehingga emang gak bawa beban kerjaan ke sana, hurray!

Menjelang Juli, deg-deg-an semakin berasa, latihan semakin sering, dan burung berkicau semakin sering… lho?!?! Apa hubungannya sama burung? Ehm, ga ada sih, itu intermezzo aja supaya ga ngantuk baca tulisan gue… Nah, lanjut, untuk cari dana, ada salah seorang dari kita yang bantu jualin t-shirt, dan saat itu gue pun bantuin jual ke temen-temen kantor maupun temen-temen lain. Suatu hari, pesanan gue udah mencapai kira-kira 25 t-shirt, yang membuat gue cukup terkesima, kok gampang ya jualin baju? Dengan pedenya karena jumlahnya cukup banyak, gue order. Ternyata, ada salah satu di antara kita yang jauh lebih sukses dari gue, total pesanan 50an t-shirt. Oh God, di atas langit masih ada langit, ga jadi bangga deh dengan 25 t-shirtnya… tapi juga bersyukur karena itu berarti pemasukan buat nambahin dana lebih banyak lagi… Vox Angelorum juga sempat mengisi misa di salah satu stasi dari gereja MBK juga, yang juga cukup menambah perbendaharaan dana biarpun teteeeep aja masih kurang… *sigh, cari duit susah emang*

Oh ya, selama persiapan juga, kita kedatangan ‘trainer’ – ‘trainer’ yang kualitasnya luar biasa, menurut gue ya, yang baru sama dunia ginian. Contohnya Bernadetta Astari yang sempat melatih para soprano kita yang dalam 2-3 jam suaranya jadi menggelegar, dan juga sesi latihan bersama Akis, yang gue harapkan menggenjot tenor habis-habisan supaya kita bisa lebih bagus, tapi apa daya dia lebih tertarik ikutan menambah kekuatan sopran…  biarpun juga ga sedikit ngasih koreksi ke yang lain…

Sesi latihan seperti itu sangat amat membantu dan menambah pengalaman buat gue secara pribadi, belajar dari orang-orang yang emang udah teruji memang asik, apalagi dengan cara visualisasi masing-masing yang memang cukup membantu dalam bernyanyi. Dan untuk menambah rasa ke-PEDE-an kita semua, maka kita mengadakan pre-competition mini concert (dibilang mini karena emang lagunya pun cuma 6 yang terdiri dari lagu lomba saja) di gereja St. Laurentius di Alam Sutera, Tangerang. Gerejanya bagus banget, padahal itu bukan paroki, masih stasi, dan merupakan suatu kegembiraan tersendiri bisa nyanyi di sana bareng temen-temen Vox… pre-competition concert saat itu berjalan cukup lancar, gue pribadi memang punya kesulitan sama yang namanya gugup waktu tampil, jadi waktu latihan oke, tapi waktu tampil jadi kurang maksimal, so, it’s me versus myself…

Vox Angelorum Pre-Competition Mini Concert

Setelah konser, berbagai persiapan lebih difokuskan ke yang memiliki skala prioritas tinggi, dan juga conductor kami mengingatkan berkali-kali untuk jaga kondisi, supaya pada saatnya nanti bisa fit semua, dan itu memacu gue untuk mempertahankan pantang gorengan dan mengurangi pedas, padahal gue suka banget sama yang namanya gorengan, gak tau ngaruh atau enggak sih ke suara, tapi yang pasti gue nurut aja deh…  Oh ya, pre-com concert itu dilangsungkan tanggal 10 Juli, dan besoknya adalah hari yang bersejarah buat gue, karena hari itu umur gue genap 25 tahun. Yang kata orang adalah umur krisis, biasa disebut quarter life crisis. Ga usah panjang lebar mengenai 25 tahun umur gue, udah ada di postingan sebelumnya, dan impian gue buat hadiah ulang tahun adalah medali emas di Pattaya…

Selain persiapan secara teknis dan non teknis, kita juga mempersiapkan diri dengan berdoa, baik yang rutin maupun pribadi, yang semakin menyadarkan gue sendiri, bahwa apapun usaha yang kita lakukan, kalau tidak sejalan dengan kehendak-Nya, tidak akan diberi kelancaran, jadi gue pribadi mohon, supaya apapun yang kita lakukan dan usahakan, semoga sesuai dengan kehendak-Nya, itu aja, gak lebih-gak kurang. Dan dukungan buat kita pun mengalir dari banyak orang, yang paling berasa tentu dari alumni-alumni Vox Angelorum sendiri, yang tidak bisa ikut maupun memang yang sudah ‘pensiun’. Waktu latihan terakhir di hari Minggu, mereka tampil membawakan lagu When You Believe dan If We Hold On Together, luar biasa, suara mereka yang katanya udah lama gak nyanyi, udah jelek, udah gak nyampe, menurut gue masih sangat amat layak buat ikut lomba, dan kedua lagu itu sangat menyentuh sehingga beberapa dari kita menitikkan air mata, semoga harapan mereka yang disampaikan lewat kedua lagu luar biasa itu tidak sia-sia!

Latihan checked, persiapan fisik dan mental checked, packing checked (biarpun gue masih bingung apa ada yang kurang atau enggak, tapi gue pake prinsip cuek, bawa baju pas-pasan aja), persiapan kostum juga checked (biarpun waktu fitting bagian tangan gue kependekan 6 cm dan harus dirombak), paspor checked, uang secukupnya checked, dan tibalah saatnya, 20 Juli, kita berangkat menuju negeri gajah putih dengan harapan dan semangat, dan yang pasti, dengan berkat Tuhan 🙂

Demikian part ke-2 dari ocehan dan sharing gue. Ditunggu ya part ke-3 dan seterusnya, semoga gak kelamaan… dan semoga masih menarik buat dibaca 😛

Regards,
Xander™

Advertisements

2 thoughts on “Amazing July With Vox Angelorum Part 2

  1. elis says:

    Kalo menurut kalkulasi gue sih, sampe akhir yang paling sering itu Alto… Hmmm…

    Hmmm………coba kalo panda/beruang birunya diterusin, kira2 banyakan alto ato tenor?
    *ga terima neh….:p*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s