PUSH


Malam ini sebenernya sudah ditutup dengan indah, sepiring ketoprak Pak Muktar yang udah lama pengen gue cobain udah kesampean sepulang misa di gereja tadi malam. Tapi begitu liat blog yang udah berbulan-bulan ga disentuh, rasanya pengen ngetik seketik dua ketik kalimat… Sempat bingung mau ngetik apa, akhirnya gue serahkan sama keyboard gue, tergantung dia lah mau ngetik apa, suka-suka deh… akhirnya jadilah postingan ini!

Kerjaan baru gue udah gue jalanin sekitar 5 bulan. Kalo ditanya banyakan senyumnya atau banyakan stressnya, jujur aja banyakan stressnya. Memang tujuan gue untuk beralih tempat kerja dulunya karena ingin mencari suasana baru, mencoba hal baru, dan sukur-sukur bisa nemuin passion gue dalam bekerja. But then, gue kembali ke tahap bingung. Bingung apakah ini yang memang mau gue kerjain. Apakah ini yang memang harus gue lakukan. Apakah gue harus berusaha untuk hal-hal seperti ini, yang sejauh ini cukup bikin pusing dan capek fisik juga mental.

Ketika kembali kepada pemikiran seperti ini, satu-satunya hal yang bisa menguatkan diri gue adalah harapan. Apa harapan gue? Jabatan di kantor? Kedudukan di kantor? Gaji yang naik? Tentu itu menjadi harapan, tapi harapan yang seperti itu sebentar doank juga bakalan mati. Kenapa? Karena gue sendiri ga tau sebatas apa harapan gue terhadap tingginya jabatan, berkuasanya kedudukan, dan besarnya gaji yang gue dapatkan. Gak bakalan berakhir. Lalu apa donk? Gue teringat lagi dengan singkatan dari PUSH. Pray Until Something Happen. At last, He provide them all. Jabatan, kedudukan, gaji, hanyalah sebagian kecil yang Dia sediakan buat gue, dan buat kalian semua tentu. Kita gak perlu terlalu khawatir sebenarnya soal itu. We just need to try our best. Push… push… push… and let He move the rock for us, because we obviously can’t move it. Kita gak bisa menentukan masa depan, kita gak bisa mentakdirkan sesuatu, masa depan merupakan sesuatu yang abu-abu buat kita. Kita cuma cukup berusaha dan berusaha dan berdoa dan berdoa.

Tanpa ambisi? Tentu tidak. Gue rasa gue salah satu orang yang paling banyak memikirkan masa depan tiap harinya. Otak gue tetep muter biarpun gue tidur. Salah satu buktinya adalah, Minggu pagi ini, gue terbangun dengan kaget karena gue bermimpi tentang pekerjaan gue. Oh God, masa sewaktu tidur pun yang gue mimpiin adalah kerjaan? Dan parahnya, gue kaget karena gue kira hari ini adalah hari kerja. Setelah termenung sekitar beberapa detik, baru gue sadar hari ini Minggu, dan gue pun kembali rebahan. Fiuhh!

Tapi ambisi aja kan emang gak cukup. Gak berguna kalau sama sekali gak dilakukan. Kalo cuma dipikirin mah semua orang juga bisa. Yeah I know that! Mudah-mudahan gue cukup brave buat bertindak, ngambil keputusan, dan ngambil kesempatan yang selalu seliweran di depan mata tapi sampai saat ini masih gue cuekin.

Setelah April yang luar biasa, masih ada Juli yang sangat amat luar biasa. Entah kenapa April dan Juli menjadi sangat penting taun ini. Padahal sebelumnya gak bakalan kepikiran bahwa dua kegiatan utama gue bakal bentrok di bulan yang bersamaan. Yeah, ini merupakan sebuah tantangan, apakah gue bisa bagi waktu, jaga kesehatan, dan juga berkembang dalam suasana yang menuntut di kedua pihak. Somehow, gue berhasil menjawab tantangan itu buat April. Dan gue yakin se-yakin-yakin-nya bahwa Juli pun gue bakal berhasil, tentu dengan bantuan temen-temen dan juga kehendak Tuhan sendiri ya. Kalo kata temen-temen choir gue: “YES WE CAN!”

*saat gue ngetik ini Liverpool kebobolan lewat gol cantik Van Der Vaart, damn!*

Dan akhirnya, konsentrasi gue buyar buat ngetik sisanya, gak tau mau ngetik apa lagi, gara-gara liat Liverpool main jelek di TV. Ok, lanjut besok-besok aja deh, saatnya mendukung tim kesayangan, mudah-mudahan gak kalah sukur-sukur menang…

Sebuah quotation buat mengakhiri postingan ini:

“PUSH!”

Regards,
Xander

Advertisements

4 thoughts on “PUSH

  1. zerocross says:

    Seiring umur yg bertambah, rasanya kekhawatiran akan masa depan bertambah yah.

    PUSH yah? kata2 yg akan tetap memotivasi kita ketika semuanya terlihat abu-abu dan tanpa harapan

    Gudluck lek , semoga u menemukan apa passion u dalam hidup ini ^^

  2. CeRuLeaNSpHyRnA says:

    berasa ga sih pin, mbek, sekarang uang ada ga usa bergantung ma ortu, banyak hal yang bisa diakses sendiri skrg, makan makanan yang lebih mahal..

    tapi g ngerasa makanan dan kehidupan kita waktu kul dulu dan jadi mahasiswa dulu lebih enak biar kita dulu mahasiswa-mahasiswa kere yang ke TA aja cuma berani makan KFC haha

    freedom comes with responsibility.. responsibility comes with.. pressure?

  3. zerocross says:

    @adurian
    ya dri , jadi rindu jaman kul dulu,ha5. tapi apakah dengan berpikir begitu, akan membuat kita slalu ngeliat masa lalu tanpa bisa beranjak maju ke depan ntar?

    responsibillity comes with greater ability (or so i hope ^^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s